Sistem Full Body Contact Karate Kyokushin

Posted by Syauqi San Wednesday, May 21, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Sistem Full Body Contact Karate Kyokushin

Secara garis besar, sistem perkelahian atau pertandingan dari dunia karate ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu sistem Full Body Contact dan sistem Semi Contact. Sistem ini berlaku pada kumite di dojo maupun di pertandingan. Kali ini, penulis akan mengupas lebih detail tentang pengertian kedua sistem tersebut dan perbandingan antara keduanya.

Body Protector, salah satu pelindung yang dipakai pada sistem Semi Contact
Sistem Full Contact yaitu sistem pertandingan yang memperbolehkan seorang peserta untuk menyerang dengan sekuat tenaga, dan tanpa menggunakan pelindung apapun, kecuali pelindung kemaluan. Sistem ini tidak menghitung berapa jumlah pukulan yang masuk ke tubuh lawan, tapi lebih ke dampaknya. Misalkan, ada seorang karateka yang pukulannya sering mengenai badan lawan, tapi tidak keras sehingga tidak membuat lawan kesakitan. Tapi sebaliknya, lawan tersebut menyerang balik hanya satu pukulan, tapi sasarannya ke rusuk dan berbuah KO. Maka dalam sistem full body contact, karateka yang menang dipastikan adalah karateka dengan satu pukulan tersebut. Sistem ini dapat diistilahkan dengan last man standing, yaitu peserta yang berdiri paling akhir, adalah pemenangnya.

Tetapi, sistem semi contact berbeda. Sistem ini lebih dahulu ada sebelum sistem full body contact. Aturan ini paling cocok untuk diadaptasi untuk dipertandingkan dengan sistem scoring. Hal utama yang membedakan sistem ini dengan full body contact adalah, pada sistem semi contact ini, peserta tidak diijinkan menyerang dengan keras, dan jika dilanggar akan dikenakan peringatan dan poin lawan akan ditambah. Selain itu, ketika ada serangan yang masuk, maka perkelahian dihentikan, kemudian peserta kumite dipersilahkan kembali ke posisi awal dan menunggu aba-aba wasit untuk memulai serangan berikutnya. Pada sistem ini, karateka diharuskan menggunakan body protector dan head protector untuk mengurangi cedera.

Kyokushin adalah pencetus aliran full body contact, jadi prinsip-prinsip dasar full body contact terasa sangat kental. Hal itu menyebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Mewajibkan teriak pada setiap serangan
Setiap kali puncak serangan, praktisi kyokushin diharuskan melakukan kiai, yang artinya adalah teriak. Teriakan yang benar dapat melatih urat-urat halus pada rongga dada sehingga dapat memperkuat badan dalam meredam serangan lawan yang masuk. Teriakan yang dilakukan tepat pada puncak serangan, juga bisa membuat pengeluaran udara dari rongga dada menjadi maksimal dan berdampak pada semakin kerasnya serangan. Pada tingkat senior, teriakan ini bisa digantikan hanya dengan membuang nafas. Hal ini yang menyebabkan ketika pada pertandingan, seringkali suara hembusan nafas dari karateka jauh lebih keras dari suara bak buk nya.

2. Seringnya latihan benturan
Peluang karateka untuk terkena pukul sangat besar. Karateka yang tidak pernah terkena pukulan hanya ada di film. Oleh karena itu karateka pada aliran kyokushin sering melakukan latihan benturan yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membiasakan diri pada pukulan sehingga ketika terkena pukul, mental kita tidak drop.
Latihan benturan tidak berarti harus menerima serangan bertubi-tubi, tapi tetap dengan porsi normal dan selagi bisa tidak terpukul, maka jangan terpukul. Tapi jika tidak ada jalan lain kecuali jual beli serangan, maka kita sudah siap menghadapinya.

3. Sering cedera memar-memar
Karena seringnya kontak fisik, maka karateka sering punya bekas memar-memar. Awalnya ketika ada memar sedikit, kita sudah bingung dan mengaduh. Tapi setelah lama berlatih, rata-rata karateka akan ketagihan dan rasanya kumite tidak lengkap kalau tidak ada memar-memarnya. Pemulihan dari cedera dapat dipercepat dengan obat gosok dan semacamnya. Pembahasan lebih lanjut tentang luka-luka dalam kyokushin, bisa dilihat di artikel tentang Jual Beli Serangan Dalam Pertandingan Kyokushin.

4. Melatih Stamina dengan keras
Karena cara menang pada kyokushin adalah dengan menjatuhkan lawan, maka selain dengan tehnik yang baik, serangan juga harus dilakukan dengan tenaga maksimal. Hal ini tentunya akan menguras tenaga yang banyak, apalagi menggunakan kombinasi dengan kaki. Oleh karena itu ketika latihan di dojo, kita dilatih untuk meningkatkan stamina. Jika standar satu pertandingan adalah 3 menit, maka di dojo kita harus bisa melakukan kumite kosong terus-menerus selama 15 menit. Tidak lucu jika di saat pertandingan, kita ngos-ngosan kehabisan tenaga, dan lawan masih biasa-biasa saja.


Tetapi walaupun full body contact terasa jelas pada kyokushin, beberapa aliran kyokushin membuat aturan tambahan, diantaranya adalah untuk pertandingan di kategori junior ke bawah diharuskan menggunakan body protector, head protector, dan pelindung haisoku (punggung kaki) dan tulang kering. Tetapi untuk babak final, semua pelindung itu dilepas semua. Hal ini diterapkan agar mengurangi tingkat cedera pada anak, walaupun hal ini kurang sesuai dengan prinsip full body contact.

Demikian ulasan singkat tentang sistem Full Body Contact. Semoga bisa memperjelas gambaran kita tentang sistem Full Body Contact. Selamat berlatih!

Oss!

Artikel Terkait
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Sistem Full Body Contact Karate Kyokushin
Ditulis oleh Syauqi San
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://kyokushinpemula.blogspot.com/2014/05/sistem-full-body-contact-karate.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 comments:

Post a Comment

Histats counter code

Visit Syauqi at Ping.sg