Hasil Kejurnas XVIII WKO Shinkyokushinkai 25 Mei 2014

Posted by Syauqi Saturday, May 31, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Hasil Kejurnas XVIII WKO Shinkyokushinkai 25 Mei 2014

Pada tanggal 25 Mei 2014 lalu, di GOR Grogol telah diadakan kejurnas ke-18 dari aliran WKO Shinkyokushinkai Indonesia. Kelas yang dipertandingkan terdiri dari 4 kelas, yaitu Kelas 65 kg putra, kelas 75 kg putra, kelas bebas putra, dan kelas bebas putri. Berikut ini daftar para juara dari kejurnas XVIII WKO Shinkyokushinkai Indonesia:

WKO Shinkyokushinkai

Kelas 65 kg Putra:
1. Fajri Ananda (Jatim)
2. Wisnu Thomas (Jabar)
3. Hartanto (Jateng)
3. Frans Wijaya (DKI)

Kelas 75 Kg Putra:
1. Lafran Arse (DIY)
2. Christian (DKI)
3. Irwan Wijaya (DKI)
3. Dony Christofel (Jateng)

Kelas Bebas Putra:
1. Roman Grishanov (DIY)
2. Huda Dawam (Jatim)
3. Vincent (DKI)
3. Totok Unggul (Jateng)

Kelas Bebas Putri:
1. Endah Istiqamah (Jateng)
2. Mona Laraswati (Jatim)
3. Anita Rahayu (Jabar)
3. Yuli Denika Sari (Jateng)

Best Technic Award: Christian (DKI)
Best Spirit Award: Frans Wijaya (DKI)

Kejuaraan ini diikuti peserta dari Pengda DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan Kaltim. Dan tidak ada perebutan juara ke 3, melainkan juara ketiga dipegang bersama.

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Hasil KOFC Binus Open 24 Mei 2014

Posted by Syauqi Wednesday, May 28, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Hasil KOFC Binus Open 24 Mei 2014

Tanggal 24 Mei 2014 lalu telah diadakan pertandingan yang disponsori oleh Binus dengan bertajuk Open turnamen dengan titel Kyokushin Open Fighting Championship yang mengundang seluruh aliran kyokushin untuk turut serta. Pertandingan bertempat di Kampus Syahdan jl. K.H. Syahdan No.9 Kemanggisan - Palmerah Jakarta Barat 11480.

Poster KOFC Binus Open, Kyokushin Open Fighting Championship tanggal 24 Mei 2014 lalu

Sambungan dari artikel Binus Kyokushin Open Championship 2014, mari kita lihat daftar pemenang dari KOFC 2014 ini:

Kumite Putra <65Kg
1. Teuku Aufra Maretto IKKA ..... Aka Feldt ...
2. Ronaldo Tarigan ASBKI
3. Sabariadi KALA HITAM
4. Hendrik Kurniawan KYOKUSHINKAN

Kumite Putra <72Kg
1. Kristian Dei Perdamen Ginting KALA HITAM
2. Reza Fahrian KALA HITAM
3. Muhammad Liem Kholidi Bono KALA HITAM
4. Andy KYOKUSHINKAN

Kumite Putra >72Kg
1. Harianto Butar Butar KALA HITAM
2. Sulistiawan KYOKUSHINKAN
3. Daniel Pakpahan KALA HITAM
4. Ig. Agus Nugraha KALA HITAM

Kumite Bebas Putri
1. Ivanawati KYOKUSHINKAN
2. Keitlin Margaretha KYOKUSHINKAIKAN
3. Hooi Yu mun KYOKUSHINKAN MALAYSIA
4. Roro Inez Sekarlien KYOKUSHINKAN

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Serangan Kombinasi Pada Kyokushin Karate

Posted by Syauqi Friday, May 23, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Serangan Kombinasi Pada Kyokushin Karate

Pertandingan kyokushin selalu menarik untuk dilihat, selain dari segi tehnik, fisik, kita juga bisa melihat banyak kombinasi-kombinasi serangan yang bagus pada atlet-atlet karateka senior. Apakah serangan kombinasi itu? Apa keuntungan dari serangan kombinasi yang bagus? Bagaimana cara melatihnya? Berikut ini penulis akan berbagi tentang seluk beluk serangan kombinasi dan manfaatnya dalam perkelahian.


Pada jiyu kumite (perkelahian bebas satu lawan satu), karateka akan sangat sering jual beli bertukar serangan. Terkadang serangan lawan sengaja dibiarkan masuk, agar kita bisa menyerang titik lemah lainnya. Hal ini seperti perang, tarik ulur terus, dan akan terus menerus terjadi. Lalu apa kunci dari memenangkan jual beli serangan itu?

Inti dari kemenangan adalah berhasil membuat lawan KO. Memang ada faktor lain seperti penghitungan poin belum ada lawan yang jatuh, tapi hal itu bukan tujuan utama. Kepuasan dan penerapan tehnik tertinggi tetap berada pada kemenangan secara KO. Dan salah satu syarat utama untuk mencapai itu adalah dengan mendobrak titik-titik vital lawan dengan serangan yang tajam dan keras. Tetapi dalam prakteknya, bisa sangat sulit karena lawan tidak hanya diam tapi menangkis dan membalas serangan kita, sehingga kita perlu serangan-serangan pengecoh sebelum serangan pendobrak itu bisa dilakukan. Disinilah peran kombinasi diperlukan.

Serangan berdasarkan dampaknya bisa dibagi menjadi dua, yaitu serangan pengecoh dan serangan pendobrak atau puncak. Serangan pengecoh ini berpeluang kecil untuk men-KO lawan, bisa memberikan rasa sakit pada lawan saja sudah baik. Tapi jika dilakukan dengan benar dan pintar, akan cukup untuk membuyarkan konsentrasi lawan.

Serangan kedua yaitu serangan puncak, yaitu serangan yang memiliki power besar dan target vital sehingga memiliki peluang besar untuk men-KO lawan. Tetapi kekurangan dari serangan puncak ini adalah membutuhkan ancang-ancang yang cukup terlihat sehingga jika langsung dilakukan sebagai serangan pembuka, maka akan mudah terbaca oleh lawan.

Inti dari serangan kombinasi adalah mencari celah titik lemah lawan dengan cara mengecoh dengan serangan-serangan pembuka, dan melancarkan serangan puncak ketika lawan lengah. Beberapa contoh dari serangan puncak ini antara lain Uraken Sinta Cuki (uppercut) ke rusuk, Mawashi Geri ke kepala, Mawashi Ushiro Geri ke ulu hati, ataupun Mawashi Kubi Geri ke kepala.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih kombinasi yang bagus? berikut ini caranya:

1. Belajar dari senior
Terkadang ada hal-hal yang sulit kita serap dari latihan sehari-hari, tapi sudah pernah dialami oleh senior kita, terutama yang sudah sering ikut pertandingan dan melawan berbagai tipe karateka. Kebanyakan senior di kyokushin selalu menghormati juniornya dan tidak pelit untuk berbagi, asalkan kita tunjukkan kesungguhan dan semangat kita.

2. Sparring
Banyak hal yang jauh lebih mudah untuk dipraktekkan daripada dikatakan, dan banyak hal yang lebih mudah dipelajari dengan praktek daripada sekedar diperagakan. Sparring adalah salah satu cara terbaik untuk belajar dan mencoba serangan-serangan baru kita. Untuk melatih tehnik, gunakan hanya 30 persen tenaga saja karena power berlebihan dapat merusak tehnik yang sedang dipelajari.

3. Kenali diri kita
Kita harus mengetahui potensi yang ada pada diri kita. Apakah pukulan kita cukup bagus dan menyakitkan? Apakah tendangan kita sudah akurat? Apakah kita bisa menahan beberapa pukulan untuk melakukan serangan balasan? Semua itu harus kita pahami agar kita bisa mengambil keputusan tentang apa yang akan kita lakukan pada saat kumite. Hal-hal ini semua dapat diketahui lebih jelas pada sesi sparring.

4. Memilih senjata
Ketika akan mencoba membuat kombinasi, kita harus memilih serangan puncak apa yang ingin kita gunakan, kemudian asah terus serangan itu sampai benar-benar bagus. Percuma jika kita bisa melakukan semua jenis serangan, tapi semuanya hanya standar-standar saja. Lebih baik kita bisa melakukan satu jenis serangan tapi sangat menguasai dan bisa diandalkan dalam kumite.

5. Berani kotor
Berani kotor itu baik. Untuk melakukan kombinasi yang baik, kita harus berani kena pukul dan masuk ke jarak serang lawan. Kena beberapa pukulan itu biasa, jadi jangan sampai membuat nyali kita ciut. Jika terkena beberapa pukulan, balas dengan serangan balik yang lebih menyakitkan.

Demikian ulasan singkat tentang kombinasi, semoga bisa memberi gambaran tentang pentingnya kombinasi. Tidak ada ulasan artikel yang mutlak seperti itu, karena manusia memiliki tubuh dan kemampuan yang berbeda-beda, belum lagi ditambah dengan faktor lingkungan yang bisa menjadi faktor x dimana selalu ada hal-hal di luar dugaan yang belum pernah kita temui sebelumnya. Konsultasikan ke pembina anda tentang hal apa yang harus diperbaiki dan bagaimana perkembangannya.

Selamat berlatih.

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Sistem Full Body Contact Karate Kyokushin

Posted by Syauqi Wednesday, May 21, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Sistem Full Body Contact Karate Kyokushin

Secara garis besar, sistem perkelahian atau pertandingan dari dunia karate ini bisa dibagi menjadi dua, yaitu sistem Full Body Contact dan sistem Semi Contact. Sistem ini berlaku pada kumite di dojo maupun di pertandingan. Kali ini, penulis akan mengupas lebih detail tentang pengertian kedua sistem tersebut dan perbandingan antara keduanya.

Body Protector, salah satu pelindung yang dipakai pada sistem Semi Contact
Sistem Full Contact yaitu sistem pertandingan yang memperbolehkan seorang peserta untuk menyerang dengan sekuat tenaga, dan tanpa menggunakan pelindung apapun, kecuali pelindung kemaluan. Sistem ini tidak menghitung berapa jumlah pukulan yang masuk ke tubuh lawan, tapi lebih ke dampaknya. Misalkan, ada seorang karateka yang pukulannya sering mengenai badan lawan, tapi tidak keras sehingga tidak membuat lawan kesakitan. Tapi sebaliknya, lawan tersebut menyerang balik hanya satu pukulan, tapi sasarannya ke rusuk dan berbuah KO. Maka dalam sistem full body contact, karateka yang menang dipastikan adalah karateka dengan satu pukulan tersebut. Sistem ini dapat diistilahkan dengan last man standing, yaitu peserta yang berdiri paling akhir, adalah pemenangnya.

Tetapi, sistem semi contact berbeda. Sistem ini lebih dahulu ada sebelum sistem full body contact. Aturan ini paling cocok untuk diadaptasi untuk dipertandingkan dengan sistem scoring. Hal utama yang membedakan sistem ini dengan full body contact adalah, pada sistem semi contact ini, peserta tidak diijinkan menyerang dengan keras, dan jika dilanggar akan dikenakan peringatan dan poin lawan akan ditambah. Selain itu, ketika ada serangan yang masuk, maka perkelahian dihentikan, kemudian peserta kumite dipersilahkan kembali ke posisi awal dan menunggu aba-aba wasit untuk memulai serangan berikutnya. Pada sistem ini, karateka diharuskan menggunakan body protector dan head protector untuk mengurangi cedera.

Kyokushin adalah pencetus aliran full body contact, jadi prinsip-prinsip dasar full body contact terasa sangat kental. Hal itu menyebabkan beberapa hal, antara lain:

1. Mewajibkan teriak pada setiap serangan
Setiap kali puncak serangan, praktisi kyokushin diharuskan melakukan kiai, yang artinya adalah teriak. Teriakan yang benar dapat melatih urat-urat halus pada rongga dada sehingga dapat memperkuat badan dalam meredam serangan lawan yang masuk. Teriakan yang dilakukan tepat pada puncak serangan, juga bisa membuat pengeluaran udara dari rongga dada menjadi maksimal dan berdampak pada semakin kerasnya serangan. Pada tingkat senior, teriakan ini bisa digantikan hanya dengan membuang nafas. Hal ini yang menyebabkan ketika pada pertandingan, seringkali suara hembusan nafas dari karateka jauh lebih keras dari suara bak buk nya.

2. Seringnya latihan benturan
Peluang karateka untuk terkena pukul sangat besar. Karateka yang tidak pernah terkena pukulan hanya ada di film. Oleh karena itu karateka pada aliran kyokushin sering melakukan latihan benturan yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan membiasakan diri pada pukulan sehingga ketika terkena pukul, mental kita tidak drop.
Latihan benturan tidak berarti harus menerima serangan bertubi-tubi, tapi tetap dengan porsi normal dan selagi bisa tidak terpukul, maka jangan terpukul. Tapi jika tidak ada jalan lain kecuali jual beli serangan, maka kita sudah siap menghadapinya.

3. Sering cedera memar-memar
Karena seringnya kontak fisik, maka karateka sering punya bekas memar-memar. Awalnya ketika ada memar sedikit, kita sudah bingung dan mengaduh. Tapi setelah lama berlatih, rata-rata karateka akan ketagihan dan rasanya kumite tidak lengkap kalau tidak ada memar-memarnya. Pemulihan dari cedera dapat dipercepat dengan obat gosok dan semacamnya. Pembahasan lebih lanjut tentang luka-luka dalam kyokushin, bisa dilihat di artikel tentang Jual Beli Serangan Dalam Pertandingan Kyokushin.

4. Melatih Stamina dengan keras
Karena cara menang pada kyokushin adalah dengan menjatuhkan lawan, maka selain dengan tehnik yang baik, serangan juga harus dilakukan dengan tenaga maksimal. Hal ini tentunya akan menguras tenaga yang banyak, apalagi menggunakan kombinasi dengan kaki. Oleh karena itu ketika latihan di dojo, kita dilatih untuk meningkatkan stamina. Jika standar satu pertandingan adalah 3 menit, maka di dojo kita harus bisa melakukan kumite kosong terus-menerus selama 15 menit. Tidak lucu jika di saat pertandingan, kita ngos-ngosan kehabisan tenaga, dan lawan masih biasa-biasa saja.


Tetapi walaupun full body contact terasa jelas pada kyokushin, beberapa aliran kyokushin membuat aturan tambahan, diantaranya adalah untuk pertandingan di kategori junior ke bawah diharuskan menggunakan body protector, head protector, dan pelindung haisoku (punggung kaki) dan tulang kering. Tetapi untuk babak final, semua pelindung itu dilepas semua. Hal ini diterapkan agar mengurangi tingkat cedera pada anak, walaupun hal ini kurang sesuai dengan prinsip full body contact.

Demikian ulasan singkat tentang sistem Full Body Contact. Semoga bisa memperjelas gambaran kita tentang sistem Full Body Contact. Selamat berlatih!

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Cara Mengikat Sabuk Kyokushin Karate Bagian ke-2

Posted by Syauqi Saturday, May 17, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Cara Mengikat Sabuk Kyokushin Karate Bagian ke-2

Sabuk Karate selain sebagai alat agar baju karate yang bermodel jepang tidak menjuntai-juntai dan menutup bagian dada, juga berfungsi sebagai perlambangan dari tingkatan senioritas seorang karateka. Oleh karena itu perlu diperhatikan tentang bagaimana cara mengikatnya yang benar. Berikut ini penulis ingin berbagi tentang bagaimana cara mengikat sabuk pada karategi.

Artikel ini sambungan dari halaman sebelumnya tentang Cara Mengikat Sabuk Kyokushin Karate Bagian ke-1.

Setelah sebelumnya dibahas tentang bagaimana menyiapkan sabuk. Tutorial kali ini akan membahas bagaimana mengikat simpul sabuk yang seringkali terkesan rumit. Berikut ini pembahasannya:

1.Ujung sabuk yang datang dari kanan (berlogo kanji), diteruskan ke kiri sampai menumpuk sabuk kiri (berlogo kanku).

2. Ujung sabuk yang berlogo kanku yang tadi ada di posisi atas, ditarik ke bawah melalui luar. Tahan sabuk satunya yang berlogo kanji agar tetap pada posisinya.

3. Lingkarkan ujung sabuk yang berlogo kanku ke arah dalam dari lingkaran sabuk utama. Pastikan seluruh bagian sabuk utama ikut terambil. Pada langkah ini, beberapa pemula salah gerak. Mereka melingkarkan dan hanya mengambil sehelai sabuk utama, sedangkan pada tahap ini ada dua helai sabuk pada lingkaran sabuk utama.

4. Tarik terus ujung sabuk yang berlogo kanku hingga seperti gambar berikut.

5. Rapikan kembali susunan sabuk. Jika terlalu longgar, maka rapatkan. Jika kedua ujung tidak lurus, maka luruskan.

6. Pastikan panjang dari kedua ujung sabuk sudah sama.

7. Pertemukan kedua ujung sabuk dengan ujung sabuk ber-logo kanku diatas ujung sabuk ber-logo kanji dan keduanya menghadap keatas.

8. lipat ujung sabuk yang ber-logo kanji ke dalam.

9. Tarik ujung sabuk yang ber-logo kanji tersebut, dari dalam ke arah luar seperti pada gambar.

10. Tarik lembut kedua ujung sabuk agar sedikit rapat, kemudian rapikan kembali susunan simpulnya.

11. Setelah sudah rapi, tarik kedua ujung sabuk sampai maksimal.

12. Sabuk telah terikat dengan benar. Selamat Berlatih.

Baca juga, artikel bagian pertama: Tutorial Mengikat Sabuk Kyokushin Karate Bagian ke-1.

Semoga bermanfaat...
Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Cara Mengikat Sabuk Kyokushin Karate

Posted by Syauqi Friday, May 16, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Cara Mengikat Sabuk Kyokushin Karate

Karategi adalah baju seragam resmi karateka yang terdiri dari baju, celana, dan sabuk. Sabuk merupakan bagian yang penting pada karategi karena tanpa sabuk, maka baju yang menjuntai-juntai akan menghalangi serangan yang akan dilakukan oleh karateka. Seringkali para kyokushin pemula mengalami kesulitan mengikat sabuk. Berikut ini adalah tutorial step by step dilengkapi gambar tentang cara mengikat sabuk karategi yang benar.

Karategi kyokushin yang terlipat.

Karategi merupakan seragam yang dipakai oleh setiap karateka. Karategi terdiri dari baju atas, celana, dan sabuk. Baju atas berupa kain besar yang membungkus badan, tanpa menggunakan karet, kancing, atau lain sebagainya.

Celana karategi memiliki model polos, tidak boleh memiliki kancing atau benda keras lainnya karena dapat mencederai penyerang, dan menimbulkan rasa tidak leluasa dalam bergerak. Selain itu celana karategi memiliki ciri khas khusus, yaitu memiliki tambahan kain di bagian selangkangan. Hal ini agar ketika menendang, bagian selangkangan tidak akan sobek. Hasilnya, celana karategi akan lebih longgar pada bagian selangkangannya.

Yang ketiga adalah sabuk, dimana sabuk ini memiliki arti tingkatan yang hanya berlaku di dojo, dan tidak berlaku di luar dojo, yang menunjukkan tingkatan seorang warga karate. Selain itu tentu saja, menjaga agar baju atas tidak berantakan, karena kalau tidak ada sabuk, pukulan-pukulan akan sering menyangkut di baju yang menjuntai-juntai, terutama uraken sinta cuki (upper cut, pukulan dari arah bawah) yang selalu nyangkut di baju yang menjuntai.

Berikut ini penulis akan menjabarkan panduan lengkap mengikat sabuk disertai gambar. Tapi karena banyaknya gambar, maka tutorial ini akan dibagi menjadi dua bagian. yaitu bagian pertama adalah memakai sabuk, dan bagian kedua adalah membuat simpulnya.

Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah satu persatu tentang bagaimana cara memakai sabuk pada kyokushin karate:

1. Pakai celana seperti biasa, jangan terlalu rapat (akan menyebabkan otot susah berkontraksi dan mengganggu napas), dan jangan terlalu longgar (akan menyebabkan celana melorot dan mengganggu tendangan tinggi).

2. Pakai baju karategi seperti biasa. Rapikan bagian baju yang di dalam.

3. Lapiskan bagian satunya sehingga baju pada posisi sempurna.

4. Ambil sabuk karategi. Selanjutnya, posisikan logo kanku (logo perguruan) akan banyak berada di tangan kanan.

5. ambil bagian tengah sabuk. ujung sabuk yang berlogo kanku berada di kanan kita. Dan ketika dipegang seperti gambar ini, logo kanku menghadap ke arah kanan / luar.

6. Gambar berikut ini menunjukkan ujung sabuk yang berada di kanan, adalah yang berlogo kanku.

7. Tempelkan bagian tengah sabuk tepat di depan pusar.

8. Lingkarkan terus melalui belakang dan sabuk akan saling memotong jalur di bagian punggung.

9. Lingkarkan terus sampai ke bagian depan dan samakan ujungnya. jika tidak sama, geser-geser sedikit sampai sejajar. Pastikan dakan proses ini, sabuk tidak melinting atau terlipat.


Sampai tahap ini, sabuk sudah siap dan langkah berikutnya adalah membuat simpulnya. Tutorial ini bersambung ke bagian kedua di Tutorial Mengikat Sabuk Kyokushin Karate Bagian Ke-2

Semoga bermanfaat.
Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Salah Persepsi Terhadap Kyokushin Karate

Posted by Syauqi Friday, April 25, 2014 2 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Salah Persepsi Terhadap Kyokushin Karate

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita ketika mendengar Kyokushin Karate? Full Body Contact, Brutal, Keras, Bar-bar, atau lainnya? berikut ini penulis ingin menjabarkan beberapa salah persepsi terhadap Kyokushin Karate.

1. Karate itu Brutal.
Kyokushin Karate menganut prinsip Full Body Contact, yang artinya semua serangan lawan akan langsung mengenai tubuh kita tanpa dihalangi pelindung apapun. Kyokushin hanya mengenal protector untuk kemaluan. hal ini membuat banyak sekali serangan bertubi-tubi masuk ke badan karateka. Ketika pertandingan pun seringkali suara dentuman seiken (kepalan tangan) yang menghantam dada lawan terdengar keras sekali. Suara itu diperkeras dengan rongga udara pada paru-paru sehingga terdengar makin keras.

Karate memang keras, tapi tidak brutal.

Hal-hal tersebut membuat nama kyokushin terdengar seram dan mematikan. Hal ini dikarenakan pendirinya, yaitu Grand Master Masutatsu Oyama yang memang melatih dirinya dengan sangat keras dengan menggunakan kerasnya alam sebagai media latihan. Masutatsu Oyama pun mendirikan kyokushin dengan standardnya sendiri, yaitu keras dan efektif. Angka drop out yang tinggi pada sekolahnya juga menandakan bagaimana kerasnya latihan di jaman beliau.

Tapi itu semua dimulai dengan latihan secara bertahap, mulai dari melatih teriakan yang memperkuat rongga paru-paru dan urat-urat halus di seluruh badan. Kemudian latihan serangan, baik berupa kumite kosong, ataupun dengan sasaran. Setelah itu latihan benturan, disusul dengan jual beli serangan dengan 30 persen tenaga. Kemudian barulah kalau warga sudah siap dan mau, warga mulai dilatih kumite. Semua ini sebagai bekal fisik maupun mental agar warga kyokushin siap untuk melangkah ke sistem kumite yang keras. Dan persiapan ini juga membuat warga kyokushin tidak secara brutal menyerang tanpa mengerti tehnik menyerang yang baik dan efektif.

Jadi, kyokushin memang memiliki sistem beladiri yang keras, tapi tidak brutal.

2. Karateka Seperti Badak Yang Asal Terjang Saja.

Sistem kyokushin memang sangat keras, sehingga jika mengetahui kulit luarnya saja maka akan menjadikan salah persepsi. Seringkali kita lihat karateka yang hanya menyerang dengan serangan yang kaku dan sangat monoton. Pukul, pukul, tendang. Pukul, pukul, tendang. Ada juga yang hanya bermodal power, serangannya hanya menerjang dan memukul sekenanya, tidak ada sasaran vital yang ditargetkan. Karateka itu akan terlihat jelek dilihat, dan jika gaya itu dipertahankan, maka tehnik kumitenya tidak akan membaik. Tehnik yang benar adalah melancarkan serangan dengan efektif, dan tidak asal obral serangan.

Penulis pernah mendapatkan kisah ayam pejantan dari pembinanya. Ayam pejantan sering dibuat ayam aduan oleh banyak orang. Sang pembina menceritakan bahwa ketika masih remaja, ayam aduan memiliki stamina yang sangat tahan lama sehingga hanya bermodalkan tehnik, kemenangan bisa diraihnya. Gaya berkelahinya hanya mengandalkan serangan bertubi-tubi, dan dari 10 serangan, mungkin hanya satu atau dua yang mengenai sasaran. Tetapi seiring dengan pengalaman dan jam terbang ayam aduan tersebut, semakin lama dia tidak menyerang bertubi-tubi, melainkan hanya menyerang di saat-saat ada peluang yang baik saja.

Asal hajar sekenanya dan berharap sedikit dari serangannya ada yang masuk telak adalah tehnik yang buruk

Hal ini berlaku juga untuk para praktisi kyokushin. Ketika kita lihat karateka pemula di dojo kita, banyak yang hanya menyerang ala kadarnya secara bertubi-tubi tapi tidak menyerang titik-titik vital lawan. Celakanya, serangan-serangan yang amburadul ini, amat sangat mudah dibaca dan dicounter oleh lawan yang mengerti tehnik. Hal ini berbeda dengan ketika kita melihat pertandingan tingkat nasional atau bahkan dunia, dimana satu pukulan telak dari seorang peserta bisa membuat KO lawannya. Di sana kita tidak akan melihat obral serangan bertubi-tubi.

Semakin mahir seorang karateka, serangannya akan semakin sedikit tapi menjadi semakin efektif.

3. Karateka Selalu Menerima Semua Pukulan Masuk

Kalau kita melihat film silat atau kung fu ketika Jackie Chan, atau Jet Li masih muda. Hampir pada setiap adengan akhirnya, aktor utama selalu berhasil menangkis seluruh serangan yang masuk, dan seluruh serangan aktor utama itu selalu masuk ke tubuh lawan semua. Pada dunia beladiri, hal itu hanya ada di film dan tidak ada di dunia nyata.

Perkelahian yang sesungguhnya memiliki terlalu banyak faktor yang menentukan hasil perkelahian, dan tidak ada yang dapat mengantisipasi itu semua. Tidak akan pernah ada serangan yang seratus persen berhasil ditangkis. Oleh karena itu, pada dunia kyokushin, kita diajarkan di dojo untuk mempersiapkan diri kita menghadapi itu. Ada sesi khusus untuk bertukar serangan, tentunya dengan 30 persen tenaga atau bahkan hanya benturan. Hal ini untuk membiasakan diri kita agar jika terkena beberapa serangan lawan, mental kita tidak jatuh karena kita sudah terbiasa dan bisa berfikir untuk membalas serangannya.

Lain ladang lain belalang. Walaupun di kyokushin diajarkan untuk latihan benturan, tapi keputusan di saat kumite ada pada masing-masing karateka. Cukup banyak karateka yang tidak suka jual beli pukulan. Mereka lebih suka menyerang, tapi mereka tidak mau menerima serangan balasannya. Bisa-bisa saja, tergantung tehnik dan gaya kumite masing-masing karateka.

4. Karate Hanya Melulu Baku Hantam Dengan Tangan.

Ada banyak alasan banyak karateka lebih suka memukul daripada menendang. Alasan nomer satu adalah stamina, karena ketika memukul, bobot tubuh yang harus digerakkan hanyalah lengan, sedangkan jika tendangan, maka yang harus digerakkan adalah seluruh kaki dan sedikit badan. Tenaga untuk melakukan tendangan bisa antara 2-4 kali dari pukulan. Alasan kedua adalah kecepatan, Kecepatan serangan dengan tangan lebih baik, karena selain posisi tangan dekat dengan tubuh lawan, karena posisi tangan lebih dekat dengan tubuh lawan dan lebih cepat dilontarkan.

Sebenarnya power tendangan dari para karateka ini sangat keras. Dan setiap atlet karateka selalu mempunyai tendangan yang bagus dan terasah dengan baik. Hanya saja, para karateka hanya akan mengeluarkan tendangan ini untuk momentum yang benar-benar baik dan efektif. Sehingga walaupun tendangan hanya keluar sedikit, tapi rata-rata berbobot dan membuat KO lawan.

Berikut ini adalah video-video kumpulan tendangan yang dilakukan oleh karateka, dimulai dari tendangan ke arah atas, atau mawashi geri:


Kemudian tendangan ke arah rusuk dan sapuan:

Dan berikutnya tendangan hiza geri, atau tendangan dengan lutut.

Dan terakhir adalah tendangan putar dan tendangan lainnya seperti tendangan cangkul (axe kick) dan tendangan jatuh (do mawashi kaiten geri):


5. Hanya Yang Berbadan Besar Yang Bisa Jadi Karateka.

Ketika kita berbicara beladiri, hampir semua praktisi aliran beladiri yang serius mendalami, pasti memiliki postur badan yang tegap dan kekar. Hal ini karena latihan fisik yang dilakukan dengan intensif. Bisa kita lihat aktor-aktor laga seperti Bruce Lee yang badannya besar dan berotot walaupun terbilang kecil untuk orang kultur asia, belum lagi Jackie Chan, Chuck Norris, dan lain sebagainya.

Otot beladiri dari Bruce Lee dan Jackie Chan

Tapi untuk para karateka yang memiliki kesibukan harian, badan besar tidak akan terlalu terbentuk dengan baik. Jadi jika seorang karateka hanya berlatih seminggu sekali, itupun kalau tidak repot, dan latihan hanya supaya berkeringat, maka manfaat yang didapat akan kurang dan badan tidak akan menjadi tegap dan berisi.

Tetapi jika kita karateka berlatih dengan baik dan sungguh-sungguh, maka yang kurus akan menjadi lebih berisi, dan yang gemuk akan menjadi lebih tegap. Terutama jika latihan intensif untuk persiapan ujian atau pertandingan, yang pernah di bahas pada artikel Tips Latihan Persiapan Pertandingan Kyokushin.

Untuk postur karateka, tidak ada keharusan berbadan besar. Jadi jika ada yang ingin berlatih kyokushin, bagaimanapun postur anda, anda tetap akan diterima pada dojo kyokushin manapun.

6. Kyokushin Hanya Bisa Melawan Tangan Kosong

Pada awal mulanya, Founder dari aliran kyoushin ini melawan pedang dengan tangan kosongnya. Beliau pernah sekali waktu secara tidak sengaja membunuh lawannya karena menggunakan powernya secara maksimal. Debut beliau ketika selesai melakukan latihan gunung, adalah dengan mengajak berkelahi satu persatu setiap dojo yang ada di Jepang, dan beliau menyelesaikannya dalam hitungan detik saja. Tidak berlebihan jika beliau dijuluki The God Hand.

Gramd Master Masutatsu Oyama, yang dijuluki The God Hand atas kemampuan tangannya

Dari situ, beliau bisa melawan musuh yang berpedang, karena hanya dengan satu kali serang, lawan bisa rubuh. hal ini dikenal dengan istilah Ichigeki Hissatsu, yang artinya "One Hit, Certain Kill" atau satu serangan, nyawa melayang.

Tapi pada dunia modern ini, hal ini sepertinya sudah sangat jarang. Kesibukan sehari-hari lebih mengikuti perkembangan jaman. Tapi jam terbang yang kita latih di dojo akan sangat berguna untuk reflek, dan body moving untuk saat-saat ketika kita berhadapan dengan kriminalitas bersenjata. Lebih lengkap tentang kriminalitas ini dapat dilihat pada artikel Cara Membela Diri Dari Kriminalitas.

Lawan yang kita hadapi di jalanan bisa tangan kosong, bisa bersenjata. Lebih baik kita siap untuk membela diri dengan tangan kosong, daripada tidak siap membela diri sama sekali. Paling tidak jika kita bertemu dengan lawan bersenjata, kita masih bisa melawan.

Demikian salah persepsi yang sering terjadi terhadap Kyokushin Karate. Semoga bisa membantu meluruskan persepsi yang salah.

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Binus Kyokushin Open Championship 2014

Posted by Syauqi Thursday, April 17, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Binus Kyokushin Open Championship 2014

Kali ini Universitas Binus kembali mengadakan pertandingan Kyokushin yang digelar secara open. Berikut ini informasi lebih lengkapnya.

Poster Kejuaraan Kyokushin Open Fighting Championship yang diadakan oleh Binus tanggal 24 Mei 2014

Kali ini Universitas Binus kembali mengadakan pertandingan kyokushin bertajuk Open Turnamen, yang artinya seluruh dari cabang kyokushin di seluruh Indonesia boleh ikut serta menjadi peserta.

Pertandingan akan dilaksanakan pada 24 Mei 2014 di kampus Syahdan jl. K.H. Syahdan No.9 Kemanggisan - Palmerah Jakarta Barat 11480. Acara akan dimulai jam 9 pagi.

Kelas yang dipertandingkan adalah:
- Kelas Putra - 65 Kg
- Kelas Putra - 72 Kg
- Kelas Putra - 80 Kg
- Kelas Putra + 80 Kg
- Kelas Bebas Putri.

Selamat Menonton!

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Ketika Melihat Orang Dipukuli Dijalanan

Posted by Syauqi Tuesday, April 8, 2014 0 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Ketika Melihat Orang Dipukuli Dijalanan

Pernahkah kita melihat seseorang dipukuli di tempat umum? Bisa jadi kita berada pada situasi dilematis dimana kita melihat seorang tanpa daya, dipukuli oleh segerombolan orang tanpa bisa membalas sedikitpun. Apa yang harus kita lakukan pada situasi seperti ini? Resiko apa saja yang ada saat itu? Dan Hal apa saja yang perlu diperhatikan? Berikut ini ulasannya.

Permintaan tolong dari orang yang membutuhkan, akan sangat menggoda bagi para warga kyokushin

Ketika jeda latihan pertama dan kedua, dan seluruh warga akan dibariskan sesuai tingkatan, Pada momen inilah ada sesi diskusi dua arah antara warga dan pembinanya. Pembina akan mengabsen dan warga yang diabsen menjawab dengan Oss yang tegas. Setelah absensi, maka pembina akan menyampaikan berita dari perguruan pusat, event, jadwal ujian, ataupun pertanyaan bebas.

Hari itu ada pertanyaan dari seorang warga yang cukup berat untuk dijawab. Warga tersebut bertanya tentang situasi dimana kita sedang jalan-jalan di mall atau di taman, kemudian melihat seseorang yang dihajar keroyokan secara brutal oleh sekumpulan orang yang berpenampilan seperti preman jalanan. Dan disaat itu, orang tersebut meminta tolong kepada kita, dia berkata "tolong pak... tolong..." berulang kali sambil memandang ke arah kita. Sekumpulan orang itu terlihat menghajar seadanya dan terlihat tidak terlalu mengerti tentang bela diri. Di satu sisi kita yakin bisa menang melawan mereka, tapi di lain sisi kita sedang bersama adik perempuan kita. Kemudian warga itu bertanya, menurut senpai-senpai disana, apa yang harus dilakukan pada saat itu dan alasannya?

Sobat kyokushin, pernahkah terpikir oleh kita jika situasi seperti itu terjadi pada kita? Disini penulis ingin menyampaikan pesan bahwa dunia di luar dojo sangat berbeda jauh dengan di dojo. Tidak akan ada wasit yang melerai, tidak akan ada larangan untuk memukul kepala, tidak akan ada larangan untuk memukul dari belakang, tidak akan ada larangan untuk menusuk dengan senjata tajam, tidak ada larangan untuk berkelahi keroyokan.

Perkelahian di luar dojo adalah perkelahian sesungguhnya dengan resiko dan konsekuensi sesungguhnya.

Pada momen tersebut, emosi adalah hal yang akan mengacaukan segalanya. Terutama ketika sudah berkaitan dengan harga diri, jiwa keadilan dan kesombongan. Terkadang ketika harga diri kita diinjak atau dihina orang lain, kita mudah sekali panas dan terpancing emosi. Selain itu, ketika ada ketidak-adilan di sekitar kita, jiwa kecil kita pasti ingin meluruskan itu. Dan yang terakhir adalah kesombongan, setelah kita banyak berlatih ilmu di dojo, dan sudah memiliki banyak senjata yang terasah dengan baik, sebersit hati kecil kita akan ingin mencoba kemampuan kita ke orang lain. Tapi dengan kontrol dan mental yang baik, 3 hal tersebut masih dapat dikuasai.

Jadi apa yang harus kita lakukan pada situasi seperti itu?

Jadi, jika anda berada pada situasi tersebut, jangan gegabah. Jika mampu, maka bantulah semampu anda. Jika kita bersama adik perempuan kita, atau orang dekat kita, maka kita perlu gunakan prioritas, apakah menolong orang tersebut bisa menyebabkan orang dekat kita celaka, ataukah berdiam diri karena menguatirkan akan terjadi apa-apa pada orang dekat kita kalau kita melawan? Prioritas pertama ada pada keselamatan kita dan keluarga dulu, jika memungkinkan, maka ada baiknya jika kita menolong orang tersebut. Tentunya dengan pertimbangan masak, karena kita tidak tahu kondisi sebenarnya. Senjata tajam masih menjadi momok menakutkan dan tidak layak karena nyawa kita bisa menjadi taruhannya.

Artikel ini hanya memberikan opini versi penulis. Kondisi sebenarnya akan situasi ini tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata. Tetapi semoga apa yang disampaikan disini bisa menjadi bahan pertimbangan, terutama jika kita belum mempunyai persiapan atau penilaian apa-apa.

Tetap Semangat!

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Cara Membela Diri Dari Kriminalitas

Posted by Syauqi Monday, March 31, 2014 1 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Cara Membela Diri Dari Kriminalitas

Suatu saat, kita bisa saja berada dalam situasi terdesak dan harus membela diri dari tindak kejahatan di luar dojo. Jika kita kalah, maka kita bisa celaka, atau bisa saja mati kalau pelaku kejahatan tersebut membawa senjata api atau senjata tajam. Walaupun kemungkinannya kecil, tapi tetap saja kita perlu menyikapinya dengan benar. Bagaimanakah seharusnya kita bersikap? Apa saja yang harus kita pikirkan sebelum bertindak? Berikut ini penulis mencoba memberikan solusi terbaik.

Penodongan dengan pisau dan senjata tajam lainnya yang semakin sering terjadi

Seiring dengan bertumbuhnya tingkat kejahatan di sebuah kota, tidak mengherankan jika suatu saat kita berada pada situasi terancam dan berhadapan dengan pelaku kejahatan. Lokasi kejadian bisa di pinggir jalan, parkiran motor, pasar, dan banyak tempat yang tidak terpikirkan lainnya. Kita tidak pernah bisa tahu, tapi yang bisa kita lakukan adalah melakukan persiapan mulai sekarang.

Dengan berlatih kyokushin, kita selalu menggerakkan tubuh kita, melangkah masuk dan keluar area serang lawan dengan membawa badan kita sendiri, terlatih untuk mengontrol pergerakan badan kita sendiri, mempunyai reflek yang bisa dimanfaatkan dalam konfrontasi dengan lawan, memiliki mental yang tidak mudah down ketika digertak lawan. Dan walau bagaimanapun jeleknya kita dalam kyokushin, hal itu membuat kita selangkah lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terburuk itu.

Berikut ini hal-hal yang sebaiknya dilakukan diurutkan dari yang paling disarankan:

1. Mengalah
Kita mempunyai hidup yang berharga dan hanya satu nyawa. Jadi kenapa harus dipertaruhkan untuk hal-hal sepele seperti isi dompet kita, hp kita, perhiasan, atau motor, terlebih lagi jika pelaku bersenjata dan peluang kita untuk lepas dari masalah itu sangat kecil. Jadi saran terbaik adalah mengalah dan berilah apa yang penodong berikan.

Jangan berpikiran tentang idealis keadilan, bahwa setiap yang tidak benar, harus dilawan. Hal itu memang diajarkan di filosofi kyokushin, tetapi terapkan pada situasi dan kondisi yang tepat. Tidak layak jika nyawa kita menjadi korbannya untuk kepentingan yang tidak sebanding.

2. Kabur
Prinsipnya sama seperti langkah pertama, yaitu menghindari perkelahian. Jika kita tahu ada yang mengincar kita, sebaiknya kita kabur ke lokasi keramaian, lebih baik jika ada kantor polisi terdekat atau tempat-tempat yang punya satpam atau sekuriti.

Tapi langkah ini tidak bisa dilakukan kalau kita sedang bersama dengan istri, saudara, atau keluarga yang bersama kita. Tentunya kabur sendirian dan meninggalkan keluarga kita di belakang adalah ide yang buruk dan tidak disarankan.

Jika kita berada dalam mobil, maka jangan pernah membuka mobil, apapun yang terjadi. Banyak akting dari pelaku kejahatan yang sangat menggoda kita untuk keluar dari mobil mulai dari pura-pura tertabrak mobil, memberitahu lampu belakang kita pecah, membocorkan ban mobil kita, dan lain sebagainya.

Jika kita terdesak, maka tendang seadanya atau gertak sedikit, supaya mereka lengah dan kita bisa kabur. Ingat, lebih utama keselamatan diri kita daripada harus gambling menghadapi mereka. Kita tidak tahu apa yang ada di pakaian mereka, bisa jadi rantai, pisau, atau bahkan pistol.

3. Melawan
Jangan pernah melawan jika masih ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah. Sesuai dengan janji karateka yang berbunyi bahwa kita hanya akan mempergunakan kekuatan kita dalam keadaan terpaksa.

Hanya gunakan kemampuan bela diri kita jika sudah tidak ada jalan keluar lainnya.

Melawan pelaku kejahatan bukan hal yang mudah. ada banyak hal yang harus diperhatikan, yang paling penting adalah nyali.

Kita harus punya nyali untuk bisa melawan. Jika lawan terlihat sangar, kalah jumlah, atau mungkin menggertak macam-macam kemudian kita langsung ciut. sudah jelas kita akan kalah. Ingat, mungkin dan tidak mungkinnya sesuatu berawal dari pikiran kita. Yang utama, pastikan di pikiran kita bahwa kita berani, sehingga kita bisa menyerang dan setelah mereka lengah, maka waktunya kabur. Jika tidak mungkin kabur. maka habisi dia. Ingat, hanya dia atau anda. Prinsip ini sama seperti ketika kita melakukan Jiyu kumite (perkelahian bebas satu lawan satu). Kalau tidak anda, maka dia yang selamat.

Jika dilihat dari jenis senjata, maka tindakan melawan ini bisa dibagi menjadi beberapa bagian.

a. Tangan kosong.
Jangan lakukan tendangan-tendangan susah seperti seperti Ushiro Geri, Mawashi Geri, atau Mawashi Ushiro Geri, karena jika kita tidak terbiasa, tendangan ini malah akan membuat kita tersandung atau malah terbentur benda-benda disekitar kita.

Gunakan serangan-serangan sederhana yang efektif seperti Mae Geri dan Seiken Chudan Cuki (pukulan lurus ke arah depan). Targetkan semua serangan ke arah kepala.

Jika kita dikeroyok, jangan lawan semuanya sekaligus, tapi lawan satu per satu. Serang satu orang sampai jatuh, kemudian beralih ke orang lainnya. Manfaat dari menjatuhkan lawan satu persatu adalah mengurangi jumlah lawan. Jika kita serang tidak sampai selesai lalu berpindah ke lawan lain, maka jumlah lawan tidak segera berkurang dan kita sudah keburu kecolongan dan jatuh.

Menghadapi banyak orang punya banyak kekurangan dan blind spot (area dimana kita tidak bisa menjaga diri kita dari serangan). Salah satu blind spot yang paling tidak terjaga adalah punggung. Kita tidak bisa mengetahui apa yang dilakukan lawan di belakang kita, dan lawan yang mengerti tehnik menyerang keroyokan, tidak mungkin menyerang kita dari satu sisi, tapi mengepung kita sebelum menyerang.

Cara mengatasi hal ini adalah gunakan objek-objek di lingkungan anda. Jika ada tembok, maka belakangilah tembok, tapi jaga jangan sampai membuat anda terpojok. Jika anda berdua, maka posisi saling membelakangi dengan teman anda, adalah posisi yang baik. Lebih baik lagi jika ada lorong atau gang yang sempit agar bisa membuat anda melawan mereka satu persatu. Masih ingatkah anda film 300, yang mengisahkan tentang King Leonidas dengan hanya 300 pasukannya yang menahan pasukan Xerxes yang berjumlah jauh lebih banyak di Hells Gate?

Salah satu adegan di film 300 dimana king leonidas yang memanfaatkan satu lorong kecil sebagai medan tempur sehingga jumlah lawan tidak berpengaruh.

Jika posisi lawan bergerombol, maka lumpuhkan yang paling ujung atau yang paling sendirian, setelah jatuh, pancing lawan berlari, kemudian ketika lawan yang mengejar paling cepat berada jauh dari teman-temannya, habisi dia kemudian lari lagi. belokan di ujung tikungan adalah tempat yang baik karena dia tidak tahu apa di balik belokan itu sebelum ternyata anda mengejutkannya dengan balok kayu atau kejutan lainnya. Terus tarik ulur seperti itu.

jangan lupa ketika beberapa lawan anda jatuh, coba gertak mereka. Jika anda beruntung sisa lawan akan mulai berpikir. Ingatkan untuk mengurus teman mereka yang lain, dan katakan anda tidak ingin habisi dia juga. Jika anda beruntung, maka sisa lawan akan mundur, dan masalah selesai.

Jangan lupa gunakan objek-objek disekitar kita, misalnya balok kayu, kunci motor, kartu atm, semua bisa digunakan. Kunci motor bisa ditusukkan ke lawan, kartu atm pun bisa digesekkan ke tangan atau wajah lawan. Tentunya ini adalah perkelahian kotor dimana terkadang nyawa kita taruhannya. Jadi hal-hal seperti ini layak untuk dilakukan sebagai pembelaan diri.

b. Tongkat
Jika lawan menggunakan tongkat, jangan diadu dengan tangan kecuali terpaksa, karena struktur tubuh manusia jika diadu dengan benda keras, bisa fatal akibatnya. Apalagi balok yang memiliki sisi sudut, yang jika dipukulkan keras, bisa membuat luka terbuka yang mengerikan.

Untuk mengatasi ini, perdekat jarak anda atau sekalian menjauh, jangan berada pada jarak serang lawan. Jika terpaksa, tangkis dengan seiken jodan uke, yaitu mengadu lengan yang sejajar dengan tulang kelingking ke arah atas, jangan lupa sedikit dimiringkan supaya jika serangan keras pun, tongkat lawan akan tergelincir ke samping dan kita hanya akan mengalami cedera luar.

c. Rantai
Rantai hampir sama dengan cambuk, jika diayun, yang sakit adalah ujungnya. Cara menanganinya adalah dengan mendekat pada momen yang tepat, dengan cepat tanpa ragu-ragu dan kagetkan dia dengan serangan jarak dekat ke arah-arah yang vital. Tendangan Kin Geri bisa menjadi alternatif yang baik.

d. Pisau
Luka pada pisau bisa jadi sangat fatal. Jika otot teriris dan terpisah, maka urat syarafnya bisa mati dan lumpuh. Sangat tidak disarankan untuk melawan orang dengan senjata pisau, tapi jika itu adalah jalan terakhir, maka cari objek di sekitar kita sebagai senjata, atau jika tidak ada, gulung jaket anda di lengan anda yang paling dominan untuk meminimalisir cedera jika terkena sabetan.

Pengguna pisau amatir rata-rata akan menggunakan pisau dengan gerakan menyabet melintang atau menusuk, tapi untuk orang yang mahir, bisa memainkan arah lintasan pisaunya untuk berbelok, dan ini sangat berbahaya. Cobalah untuk membaca gaya serang lawan dan lakukan antisipasinya. Jika kita memakai sepatu, ada baiknya untuk menggunakan kaki daripada tangan karena selain jaraknya jauh, kaki kita agak terlindung oleh sepatu.

Ada satu tendangan yang efektif untuk melawan pisau, tapi itu pun dengan momen yang tepat. Yaitu Teisoku Mawashi Uke. yaitu tangkisan menggunakan teisoku (kaki bagian dalam) melingkar dari arah luar ke dalam. Tendangan ini melintang dan puncak tendangan ini berada di sekitar uluh hati lawan, dimana biasanya pisau diacungkan. Jika tangkisan ini dilakukan dengan keras dan tepat, maka bisa membuat pisau lawan terbuang. Tangkisan selain dengan teisoku, bisa juga dengan sokuto, yaitu pisau kaki, atau telapak kaki bagian luar.

Ilustrasi Teisoku (bagian dalam kaki) dan Sokuto (bagian luar kaki)

Semua yang ditulis di sini berdasarkan penulis yang ingin berbagi dan berdasarkan penilaian pribadinya. Jika anda mempunyai metode yang lebih baik, silahkan digunakan. Yang terpenting adalah kita berhasil keluar dari situasi terdesak dengan selamat.

Semoga bermanfaat.

Oss! Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Melawan Karateka Yang Lebih Kuat

Posted by Syauqi Tuesday, March 25, 2014 2 comments
Oss!

Kyokushin Pemula - Melawan Karateka Yang Lebih Kuat

Mungkinkan kita melawan orang yang lebih kuat? Apa yang harus kita lakukan ketika mendapat lawan yang berpostur lebih tinggi dari kita, power lebih besar dari kita, dan berat badan lebih dari kita? Apa mindset yang harus kita tanamkan? Berikut ini pembahasannya.

Berikut ini ada sebuah kisah yang bagus untuk disimak. David Haye, seorang petinju asal London akan melawan Nikolay Valuev, seorang petinju Rusia yang tubuhnya jauh lebih besar. Tapi dengan mental yang kuat, serangan yang terasah dengan baik, dan footwork (gerakan kaki mendekati dan menjauhi lawan) yang baik mengantarkan David Haye menjadi juaranya.

David "Hayemaker" Haye ketika melawan Nikolay Valuev
Ketika sesi foto, terlihat cukup jelas perbandingan ukuran tubuhnya.
Kemenangan fenomenal oleh David Haye yang menang berdasarkan angka
Walaupun kalah fisik, tapi tidak mengendurkan semangat David Haye untuk terus melancarkan serangannya dan pada menit terakhir sempat mendaratkan pukulannya telak dan membuat Nikolay Valuev limbung.




Mencontoh cerita diatas, sebagai seorang kyokushin karateka, seringkali kita mendapati diri kita melawan karateka yang lebih superior dari kita. baik itu postur yang lebih tinggi, badan yang lebih besar, tingkatan sabuk yang lebih tinggi, jam terbang yang lebih tinggi. Hampir semua karateka pernah mengalaminya. Seringkali kyokushin pemula akan merasa rendah diri dan kalah sebelum bertanding. Hal ini akan menyebabkan semua serangan yang dilatih di dojo tidak akan bisa dilakukan.

Berikut ini hal-hal yang paling sering terjadi ketika kita mendapati lawan yang lebih superior dari kita:

1. Ketakutan yang luar biasa
Pada awalnya, seorang kyokushin pemula akan melawan seniornya pada sesi sparring. Seniornya pasti akan bertahan dan juniornya menyerang. Walaupun seniornya tidak menyerang, tapi tetap saja ketakutan itu sedemikian besarnya. Penulis sendiri bisa mendengar detak jantungnya sendiri ketika pertama kali melawan seniornya yang bertingkatan DAN IV yang sering memenangkan kejuaraan.

Tetapi mengapa walaupun senior tidak menyerang, kita tetap merasa takut dan kadang malah tidak tahu harus berbuat apa? Hal itu disebabkan karena kita belum tahu harus menyerang apa, dan karena aura dari lawan. Aura dapat keluar dari lawan yang sudah senior karena posisi berdiri yang terbentuk dari proses bertahun-tahun menyempurnakan sikap berdiri tersebut, dan ditambah dengan kemantapan dan keyakinan gerakan sehingga membuat jurang pemisah dengan seorang juniornya semakin besar. Hal ini salah satu alasan mengapa pembina kita selalu menyuruh kita untuk tidak menunjukkan kelemahan kita di hadapan lawan, yaitu agar lawan mengira kita tegar.

2. Menjaga jarak secara berlebihan
Ketika kita ketakutan dengan superioritas lawan kita, secara tidak sadar kita akan selalu ingin menjaga jarak aman dengan lawan. Terkadang jarak ini sangat berlebihan dan mengakibatkan kita bergerak mundur terus hingga ujung matras. Seharusnya jika kita bisa mengontrol pikiran kita dan ingin mundur, kita lakukan gerakan mundur dengan memutar sehingga kita tidak keluar dari matras.

3. Tidak bisa menyerang karena selalu takut terkena serangan lawan
Jiwa yang ketakutan ditambah dengan reflek yang belum terbentuk, akan membuat serangan tidak akan bisa keluar sehingga kyokushin pemula akan lebih memperhatikan serangan lawan untuk berusaha dihindari. Hal ini akan membuat kita menjadi sansak hidup. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak ini adalah dengan sering melakukan latihan benturan, yaitu latihan berpasang-pasangan dengan melakukan saling pukul ringan dengan 20-30 persen tenaga. Diharapkan dengan ini, kita akan lebih terbiasa dengan serangan dan tidak terlalu takut lagi.

4. Tidak bisa melakukan kombinasi
Kombinasi dapat dilakukan dengan menggabungkan beberapa serangan dengan timing dan pilihan serangan serta sasaran yang tepat. Tapi jika satu serangan saja tidak bisa dilakukan, maka lupakan kombinasi. Dan jika tidak bisa melakukan kombinasi, maka peluang kita menang akan menjadi jauh lebih kecil.

5. Mental yang lemah
pada dasarnya, ketika tubuh manusia terpukul, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. yang pertama adalah jika tubuh merasa serangan itu sakit, maka mental akan mulai menurun, sedangkan yang kedua adalah mental semakin membara. Jika seorang kyokushin pemula masih belum terlalu terbiasa menerima pukulan, maka akan sangat rentan mengalami penurunan mental walaupun hanya terpukul satu kali saja.

Semua hal tersebut bisa saja terjadi pada kita. Jika kita mengalaminya, itu suatu hal yang wajar. Tidak perlu berkecil hati. Penulis pun awalnya sangat paranoid dan sempat mutung atau berhenti latihan hingga 2 tahun. Jadi jika kita mengalaminya, itu hal yang wajar. Tapi walaupun begitu, hal ini bisa dicegah dengan melakukan latihan bertahap. Dimulai dengan latihan gerakan basic hingga benar, kemudian melatih serangan disertai dengan latihan benturan ringan, kemudian kombinasi, dan barulah siap untuk proses sparing. Ini salah satu hal yang menyebabkan latihan gerakan basic yang monoton dan membosankan sangatlah penting. Hal terpenting pada latihan yang benar adalah untuk melatih mental seorang kyokushin pemula supaya meningkat dengan bertahap.

Penulis punya pengalaman pada pertandingan pertamanya ketika dia melawan seorang yang belum dia kenal. Penulis berlatih setiap hari mulai dari jam 6 sampai jam 9, selama 2 bulan. Saat proses latihan itu yang terasa hanya rasa capek yang sangat dan merasa tidak layak untuk melawan musuh yang pasti kuat-kuat. Sempat terpikir untuk mengundurkan diri, tapi disemangati oleh pembinanya untuk terus melanjutkan. Dan pada pertandingan pertamanya, penulis melihat sendiri mimik wajah lawan yang meringis kesakitan sebelum akhirnya menyerah pada wasit. Momen ini sangat membuka mata penulis bahwa sebenarnya jika kita bersungguh-sungguh, hasil yang kita dapatkan juga akan luar biasa. Selanjutnya, penulis merasakan perkembangan mental dan semangat dengan sangat drastis.

Kisah David versus Goliath yang dimenangkan oleh David yang badannya lebih kecil.

Berikut ini adalah cara-cara menang untuk melawan musuh yang lebih besar dalam suatu pertandingan:

1. Cari kelemahan lawan
Setiap orang punya titik kelemahan tersendiri. Entah itu kakinya yang kurang fleksibel sehingga mudah disapu, entah itu staminanya yang lemah sehingga efektif jika mengulur2 waktu, entah itu gerakannya yang lambat, dan lain sebagainya. Carilah itu dan manfaatkan.

2. Gunakan Senjata
Gunakan senjata yang tepat. Jika lawan lebih tinggi, jangan gunakan serangan hiza, atau lutut karena tidak akan sampai. Gunakan senjata yang kita latih, jangan melakukan mawashi ushiro, atau tendangan putar belakang, jika kita tidak pernah melatihnya. Lebih baik gunakan serangan sederhana yang lebih mudah dilakukan dan telah kita latih.

3. Bergerak Cepat
Seperti pada video pertandingan diatas, lawan yang besar cenderung bergerak lebih lambat, begitu juga sebaliknya, kita yang ringan, cenderung bergerak lebih gesit. Gunakan gerakan memutar untuk mencari titik yang baik untuk menyerang. Jangan terburu-buru untuk menyerang, tapi juga jangan menunggu terlalu lama karena menghindar ke sana kemari juga akan menghabiskan tenaga.

Pengaruh Fisik Pada Kumite
Fisik bukan segalanya. Seringkali penulis menyaksikan seseorang dengan fisik biasa yang menang melawan musuh yang lebih superior. Banyak hal-hal non-fisik yang lebih menetukan kemenangan seseorang, diantaranya adalah mental yang kuat, reflek yang baik, serangan yang terasah, mengerti timing dan jarak, dan masih banyak lagi. Tapi yang paling penting dari semua itu adalah mental karena tanpa mental yang kuat dan baik, keberhasilan dan sikap dari seorang karateka akan bisa lebih terbentuk.

Kesimpulan
Sebelum bertanding, tanamkan mindset bahwa musuh yang kita hadapi, bisa dikalahkan. "Mind Over Everything", apa yang kita pikirkan akan terjadi. Itulah kekuatan pikiran.

Tetap semangat!

Oss!

Artikel Terkait

Baca Selengkapnya ....

Bloglog

Histats counter code

Visit Syauqi at Ping.sg